PRINSIP-PRINSIP
MUAMALAH
1.
BEDA IBADAH DAN MUAMALAH
a. Ibadah
unsur yang dominan hablum min allah, muamalah yang dominan hablum minannas.
Keduanya tidak bisa dipisahkan (islam kaffah)
b. Ibadah
diatur secara detail (waktunya, jumlahnya, tata caranya), muamalah diatur
secara umum (prinsip2 umum/ etikanya.
c. Ibadah
sifatnya ghairu ma’qulatil ma’na, harus ada petunjuk syariah,
muamalah sifatnya ma’qulatil ma’na
, diserahkan pada pertimbangan akal.
d. Ibadah
tidak ada pembaharuan, muamalah harus selalu diperbaharui.
e. Ibadah
bersifat universal/tetap, muamalah bersifat lokal dan temporal.
f. Asal
ibadah dilarang, harus ada nash, asal
muamalah boleh sehingga ada nash yang melarang.
2.
PRINSIP-PRINSIP UMUM
a. Bisnis
adalah ibadah. Bekerja mencari rizqi, wajib ‘ain. Tidak bekerja, dosa.
Ibadah tidak sempurna, tanpa sarana. Dakwah perlu sarana.
b. Amanah
:
mempunyai tanggung jawab dalam menjaga hak-hak Allah dan sesama manusia. Jujur,
bloko suto. Tidak menyembunyikan cacat, tidak mengurangi timbangan,
memenuhi janji.
c. Bersikap
adil, keadilan sosial dan ekonomi. Pemerataan penghasilan. Persamaan hak. Al
ajru biqadri ta’ab. Seimbang hak dan kewajiban.
d. Menyadari
kemampuan individu terbatas, mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah
dengan musyawarah.
e. Mu’awanah
: Tolong menolong dan kebersamaan akan mempermudah pencapaian tujuan.
3.
PRINSIP-PRINSIP
MUAMALAH
a. Bekerja/berusaha
yang halal,
b. Harta
sebagai sarana, bukan tujuan,
c. Dalam
milik, ada hak orang lain,
d. Bersaing
secara sehat,
e. Bebas
membuat akad,
f. Seimbang
antara hak dan kewajiban,
g. Sederhana
dan mudah.
4.
HAL-HAL YANG TIDAK ETIS (TIDAK BOLEH DILAKUKAN DALAM BISNIS)
a. Riba
b. zhulm
c. Mubadzir,
Boros, foya-foya,
d. Kikir
e. Gharar,
spekulasi buta.
f. Menipu
g. Menimbun
h. Monopoli,
i.
Korupsi,
j.
Kolusi,
k. Mengurangi
timbangan,
l.
Ingkar janji,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar