Sabtu, 25 Oktober 2014

Prinsip-Prinsip Muamalah dalam Islam



PRINSIP-PRINSIP MUAMALAH
1.      BEDA IBADAH DAN MUAMALAH
a.       Ibadah unsur yang dominan hablum min allah, muamalah yang dominan hablum minannas. Keduanya tidak bisa dipisahkan (islam kaffah)
b.      Ibadah diatur secara detail (waktunya, jumlahnya, tata caranya), muamalah diatur secara umum (prinsip2 umum/ etikanya.
c.       Ibadah sifatnya ghairu ma’qulatil ma’na, harus ada petunjuk syariah, muamalah  sifatnya ma’qulatil ma’na , diserahkan pada pertimbangan akal.
d.      Ibadah tidak ada pembaharuan, muamalah harus selalu diperbaharui.
e.       Ibadah bersifat universal/tetap, muamalah bersifat lokal dan temporal.
f.       Asal ibadah dilarang, harus ada nash,  asal muamalah boleh sehingga ada nash yang melarang.
2.      PRINSIP-PRINSIP UMUM
a.       Bisnis adalah ibadah. Bekerja mencari rizqi, wajib ‘ain. Tidak bekerja, dosa. Ibadah tidak sempurna, tanpa sarana. Dakwah perlu sarana.
b.      Amanah : mempunyai tanggung jawab dalam menjaga hak-hak Allah dan sesama manusia. Jujur, bloko suto. Tidak menyembunyikan cacat, tidak mengurangi timbangan, memenuhi janji.
c.       Bersikap adil, keadilan sosial dan ekonomi. Pemerataan penghasilan. Persamaan hak. Al ajru biqadri ta’ab. Seimbang hak dan kewajiban.
d.      Menyadari kemampuan individu terbatas, mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah dengan musyawarah.
e.       Mu’awanah : Tolong menolong dan kebersamaan akan mempermudah pencapaian tujuan.
3.       PRINSIP-PRINSIP MUAMALAH
a.       Bekerja/berusaha yang halal,
b.      Harta sebagai sarana, bukan tujuan,
c.       Dalam milik, ada hak orang lain,
d.      Bersaing secara sehat,
e.       Bebas membuat akad,
f.       Seimbang antara hak dan kewajiban,
g.      Sederhana dan mudah.
4.      HAL-HAL YANG TIDAK ETIS  (TIDAK BOLEH DILAKUKAN DALAM BISNIS)
a.       Riba
b.       zhulm
c.       Mubadzir, Boros, foya-foya,
d.      Kikir
e.       Gharar, spekulasi buta.
f.       Menipu
g.      Menimbun
h.      Monopoli,
i.        Korupsi,
j.        Kolusi,
k.      Mengurangi timbangan,
l.        Ingkar janji,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar